Imam Nawawi ( 631 H – 676 H )

Agustus 16, 2009 at 1:26 pm Tinggalkan komentar

makam imam nawawiPasti sudah banyak sudah mendengar namanya, karena Imam an-Nawawi sangat terkenal dengan bukunya Riyadhus Shalihin. Nama lengkapnya adalah Syekh Imam ‘Allaamah (ulama besar) Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murry bin Hasan bin Husain bin Hizam bin Muhammad bin Jum’ah an-Nawawi asy-Syafi’i. Beliau adalah Syaikhul Islaam (Guru besar Islam), penyeru kepada jalan orang-orang yang menempuh jalan Allah. Beliau juga dikenal sebagai tokoh penting yang menulis mazhab (Syafi-i), sekaligus merevisi dan menyusunnya.

Imam an-Nawawi rahimahumullah, lahir pada tanggal 10 Muharram 631 H di Nawa (sebuah desa di wilayah Syam, tepatnya bagian dari kawasan Damaskus). Beliau pindah ke kota Damaskus pada tahun 649 H dan diangkat sebagai pengajar di Darul Hadits al-Asyrafiyyah pada tahun 665 H. Beliau melaksanakan ibadah haji dua kali.

Di pengunjung usianya, beliau pernah pulang ke kampung halamannya dan sempat berkunjung ke kota Quds dan al-Khalil, kemudian kembali ke kampung halamannya dan langsung jatuh sakit saat berkumpul bersama kedua orang tuanya. Imam an-Nawawi meninggal pada malam Rabu, 6 Rajab 676 H dan dimakamkan di kampong halamannya sendiri.

Masa Pertumbuhan

Imam an-Nawawi dibesarkan di desa kelahirannya. Ayahnya adalah penduduk pribumi dan menetap di sana. Di desanya itulah Imam an-Nawawi belajar Al-Qur-an dan berguru kepada beberapa ulama. Beliau mempelajari berbagai disiplin ilmu. Pada perkembangannya, beliau diangkat sebagai staf pengajar di Darul Hadits al-Asyrafiyyah di kota Damaskus. Uniknya, beliau tidak pernah mengambil gaji dari pekerjaannya itu sampai meninggal.

Imam an-Nawawi menyelesaikan pelajaran dari kitab at-Tanbiih selama empat setengah bulan dan berhasil menghafal seperempat isi kitab al-Muhadzdzab pada tujuh setengah bulan. Selama hampir dua tahun, beliau tidak pernah berbaring (tidur terbaring). Dalam sehari semalam, beliau mempelajari 12 pelajaran dari berbagai disiplin ilmu dengan beberapa guru.

Keistimewaan Imam an-Nawawi

Sejak kecil, Imam an-Nawawi tidak suka bermain, melainkan menghabiskan waktunya untuk belajar Al-Qur’an dengan serius. Beliau khatam Al-Qur’an saat baru akan menginjak usia balig.

Selain itu, beliau dikenal kuat dalam mengamalkan ilmu dan hidup zuhud, dan sangat sabar menjalani kehidupan yang serba kekurangan. Beliau juga jarang tidur malam, rajin beribadah dan menulis. Imam an-Nawawi konsisten dalam mengerjakan al-Amr bil ma’ruf wan nahy ’anil munkar (menyeru kepada kebenaran dan mencegah kemungkaran) baik kepada para raja maupun bawahannya. Sementara dalam berdialog dengan para ulama, beliau melakukannya dengan tenang dan teduh. Singkatnya, setiap waktu dilalui oleh Imam an-Nawawi tidak lepas dari ketaatan dan ibadah kepada Allah swt.

Karya

RiyadussholihinImam an-Nawawi menulis sejumlah kitab. Adapun kitab yang berhasil dirampungkannya adalah:

* Ar-Raudah (Raudhatuh Thaalibiin)
* Al-Minhaaj
* Daqaa’iqul Minhaaj
* Al-Manaasik ash-Sughraa
* Al-Manaasikul Kubraa
* At-Tibyaan
* Tashhiihut-Tanbiih
* Nukat ’alat-Tanbiih
* Al-Fataawaa
* Syarh Muslim
* Al-Adzkaar
* Riyaadush-Shaalihiin
* Al-Arba’uun Haditsan
* Thabaqaatul Fuqahaa’
* Tahdziibul Asmaa’ wal Lughaat
* Tashniif fil Istisqaa’ wa fii Istihbaabil Qiyaam wa Nahwiha
* Qismatul Ghanaa’im

Ada juga beberapa karya Imam an-Nawawi yang tidak sempat dirampungkan:

* Syarhul Muhadzdzab (sampai kepada pembahasan masalah Rabaa’)
* At-Tahqiiq (sampai kepada pembahasan shalat musafir)
* Tuhfatut Thaalib an-Nabiih (sampai kepada pembahasan shalat)
* Al-Isyaaraat ilaa maa waqa’a fir Raudhah minal Asmaa’ wal Ma’aanii wal Lighaat (sampai kepada pembahasan masalah shalat)

Sumber: Terjemahan Riyadhush Shalihin Jilid 1, Imam an-Nawawi dan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf, Tahqiq: Muhyiddin al-Jarrah, 2005

Entry filed under: Imam, Tokoh Islam. Tags: , , .

Ibnu Katsir ( 700 H – 774 H ) Ketika Nabi Tersenyum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Asmaul Husna


Ayat – Ayat Al Qur’an

Doa – Doa

 

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

“Wahai Rabbku, berikanlah taufik bagiku untuk bersyukur atas nikmat-Mu yang Kau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk menunaikan amal shalih yang Engkau ridhai, dan berikanlah kebaikan pada keturunanku.” (Q.S. Al-Ahqaf:15)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. Ya Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan seluruh orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Q.S. Ibrahim:40-41)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

“Ya Allah, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S Al-Furqan:74)

Kategori

Jadwal Sholat

Sponsor

Blog Stats

  • 73,519 hits

Feeds


%d blogger menyukai ini: