Al Habib Raihan bin Abdillah Al ’Adani

Juli 19, 2009 at 1:01 pm Tinggalkan komentar

Beliau seorang wali Allah tinggal di kota Aden, Hadramaut. Semua penduduk Aden mengenalnya kerana keluarbiasaan karamahnya.

Salah seorang penduduk Aden bercerita tentang dirinya bersama Syeikh Raihan: “Di suatu bulan Ramadhan aku hendak membelikan makanan buat keluargaku. Waktu itu aku keluar ke pasar Aden antara waktu Maghrib dan lsya’. Waktu aku bertemu dengan Syeikh Raihan, tiba-tiba beliau memegang tanganku dan membawaku terbang ke angkasa hingga aku takut. Aku menangis memohon untuk dikembalikan ke bumi. Beliau mengabulkan permintaanku. Beliau membawaku turun ke bumi sambil berkata: “Sesungguhnya aku ingin membawa anda bertamasya di ruang angkasa, agar anda bergembira”. Namun aku menolak permintaannya itu”.

Al Yafi’i pernah meriwayatkan bahawa salah seorang murid pernah berkata: “Pada suatu hari syeikh kami menyuruh kami untuk membeli buah kurma dari pasar Aden baginya. Kamipun pergi hendak membeli buah kurma dari pasar Aden narnun tidak kami dapatkan seorangpun yang menjualnya. Ketika ditengah perjalanan kami bertemu dengan syeikh Raihan Al-’Adani berkata: “Lihatlah pada orang-orang itu mereka disuruh oleh gurunya untuk membeli sesuatu yang dapat mernuaskan nafsu gurunya narnun tidak ada. Kerana itu pergilah kamu ke rumah si Fulan di tempat itu, nanti kamu akan dapatkan apa yang diinginkan oleh guru kamu”. Tepat seperti yang diucapkan oleh Syeikh Raihan, ketika kami pergi ke tempat si fulan yang ditunjukkan oleh syeikh Raihan, kami dapatkan buah kurma yang diinginkan guru kami”.

Waktu kami ceritakan cerita itu pada guru kami beliau hanya tertawa saja mendengarnya. Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya aku ingin bertemu dengan syeikh Raihan”. Tidak beherapa lama tiba-tiba datanglah syeikh Raihan ke masjid yang ketika itu guru kami sedang berada. Akhirnya keduanya bercakap-cakap empat mata saja dengan singkat. Setelah syeikh Raihan keluar meninggalkan majlis guru kami menerangkan kekagumannya terhadap syeikh Raihan.

Diriwayatkan pula bahwa salah seorang penduduk Aden bercerita: “Pada suatu malam ketika aku berada di tepi pantai Aden aku tidak dapat masuk sedangkan aku belum makan malam. Akupun tinggal sendirian di tepi pantai itu. Disaat itu aku melihat syeikh Raihan Al-’Adani juga sedang berada di tepi pantai. Aku datang pada beliau dan kukatakan padanya: “Aku tidak dibukakan pintu oleh penduduk kota Aden, sedangkan aku lapar belum makan malam aku tidak mempunyai makanan. Karena itu aku mohon bubur Harisah dari anda”.

Jawab syeikh Raihan: “Dari manakah aku akan memberimu makan bubur Harisah di malam hari ini, apa kamu kira aku seorang tukang masak bubur Harisah?” Jawabku: “Wahai tuan, aku mohon kiranya sudilah tuan memberiku bubur Harisah”. Dengan izin Allah tidak kusangka-sangka di hadapanku telah terhidangkan sepiring bubur Harisah yang masih panas. Akupun berkata pada beliau: “Sayang tidak ada minyak saminnya”. Jawab syeikh Raihan: “Apakah aku jual minyak samin?” Jawabku: “Aku minta pada tuan sudilah kiranya memberiku samin agar bertambah lazat rasanya”. Jawab syeikh Raihan: “Ambillah air laut itu setimba untuk kupakai berwudhu”.

Aku pergi ke tepi laut dan kutimbakan air setimba kemudian aku berikan pada beliau. Waktu aku tiba di hadapan syeikh Raihan, beliau mengambil air itu dari tanganku dan diluangkan ke piring yang ada bubur Harisah. Anehnya kulihat yang dituang itu adalah minyak samin. Sepiring bubur Harisah itu habis kumakan dengan dicampur minyak samin yang amat lazat sekali. Rasanya belum pemah aku makan bubur Harisah dan minyak samin yang selazat itu”.

Dipetik dari: Kemuliaan Para Wali – karangan Zulkifli Mat Isa, terbitan Perniagaan Jahabersa

Entry filed under: Alawiyyin. Tags: , , , , .

Al Habib Salim bin Jindan Al Habib Nuh bin Muhammad Al Habsyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Asmaul Husna


Ayat – Ayat Al Qur’an

Doa – Doa

 

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

“Wahai Rabbku, berikanlah taufik bagiku untuk bersyukur atas nikmat-Mu yang Kau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk menunaikan amal shalih yang Engkau ridhai, dan berikanlah kebaikan pada keturunanku.” (Q.S. Al-Ahqaf:15)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. Ya Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan seluruh orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Q.S. Ibrahim:40-41)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

“Ya Allah, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S Al-Furqan:74)

Kategori

Jadwal Sholat

Sponsor

Blog Stats

  • 73,519 hits

Feeds


%d blogger menyukai ini: